Tentang Kista Ovarium (Bagian ke 2)

PERTANYAAN SEKITAR KANKER (#2): APAKAH SAYA TERKENA KANKER?

TENTANG KISTA OVARIUM

(DIKUTIP DARI BUKU KONSULTASI KANKER BERSAMA dr. SUKMA W. MERATI, SpPA, Founder and Owner of Riau Pathology Center, Halaman 152/6 dan 153/7).

3. Halaman 152 no. 6:
Seba says:
Yth. Dr. Sukma. Salam kenal. Saya baru pertama kali baca blog Dokter dan tulisan-tulisan Dokter. Benar-benar menarik. Umur saya 28 tahun. Sekitar enam tahun yang lalu saya menjalani operasi kista ovarium kiri dan kanan. Menurut dokter yang mengoperasi (mengangkat kista), indung telur kiri dan kanan disisakan sekitar 25%. Setelah itu mens saya tidak teratur, kadang sampai berbulan-bulan tidak mens. Sampai sekarang saya belum hamil. Apakah ada cara untuk mengaktifkan sel telur yang katanya masih 25% itu, Dok? Atau adakah cara lain agar saya bisa hamil?

dr. Sukma says:
Halo Seba, masalahnya jelas, ovarium Anda tinggal 25% dan tentu saja kesuburan berkurang. Sebaiknya kunjungi dokter kandungan. Tergantung jenis kista ovarium yang telah diangkat, kemungkinan Anda akan diberikan obat penyubur. Boleh dicoba juga dengan konsumsi sayur tauge kacang hijau yang kaya dengan vitamin E. Porsinya hendaknya cukup. Kalau hanya sedikit tidak kelihatan hasilnya. Apalagi tidak ada efek samping negatif untuk konsumsi tauge ini.

penyakit-kista-ovarium

4. Halaman 153 no. 7:
Stiari says:
Dokter, saya penderita kista. Saya ingin dioperasi. Di rumah sakit mana yang terbaik? Mount Elizabeth apakah benar-benar bagus? Mohon dibalas. Terima kasih atas sarannya.

Dr. Sukma says:
Dear Stiari, untuk kasus seperti Anda sebenarnya di Indonesia banyak ahlinya. Dan operasi kista termasuk dalam tingkat kesulitan dan lama pengerjaan tingkat medium. Andaikata dilakukan di Indonesia, saya yakin pasti aman. Tetapi apabila Anda mau perlakuan medis bertaraf internasional, Mount Elizabeth Hospita di Singapore adalah tempat yang tepat. Bila ingin biaya lebih rendah, SGH (Singapore General Hospital) cukup bagus dan cermat pekerjaannya. Pilihan lain di NUH (National Unversity Hospital), RS pendidikan dan riset yang sangat bagus di Singapore.

Tentang Kista Ovarium

PERTANYAAN SEKITAR KANKER (#1): APAKAH SAYA TERKENA KANKER?

TENTANG KISTA OVARIUM
(DIKUTIP DARI BUKU KONSULTASI KANKER BERSAMA dr. SUKMA W. MERATI, SpPA, Founder and Owner of Riau Pathology Center, Halaman 152/5 dan 158/2)

1. Halaman 152 no. 5

Dini Wahyuni says:
Dok, saya mau tanya. Teman saya menderita kista ovarium kanan dengan ukuran 9,5 cm dan disarankan oleh dokter untuk operasi. Permasalahannya adalah teman saya takut untuk operasi. Apakah ada cara lain yang bisa ditempuh tanpa operasi? Umur teman saya 23 tahun dan belum menikah. Apakah akan bahaya kalau operasinya ditunda/ tidak operasi sama sekali?

Dr. Sukma says:
Halo Dini,
Kista berukuran 9,5 cm sudah besar dan bila dibiarkan akan mengganggu fungsi organ lain akibat desakan kista. Kadang kala cairan kista bisa disedot lewat punksi aspirasi. Hal ini diserahkan kepada dokter kebidanan yanag menangani hal itu. Sebaiknya jangan ditunda.
Segera kista diangkat dan bila dioperasi tidak akan mempengaruhi kesuburan sebab masih ada ovarium yang satunya lagi (contra lateral).
Bahaya bila kista dibiarkan. Akan terus membesar dan sewaktu-waktu bisa pecah. Bila demikian, penanganan akan lebih sulit, biayanya lebih besar, dan prognosis menjadi kurang baik.

tentang-kista-ovarium

2. Halaman 158 – 2

Liana says:
Satu minggu yang lalu saya memeriksakan kesehatan saya. Saya sering mengalami sakit saat haid. Dan hasilnya ternyata di rahim saya terdapat kista. Bagaimana cara penyembuhan yang tepat? Dan apakah saya tetap bisa memiliki keturunan? Terima kasih banyak.

dr. Sukma says:
Hello, Liana,
Anda yakin kista itu berada di dalam rahim? Biasanya kista ditemukan dalam ovarium kanan atau kiri. Kista dalam rahim bisa juga namun sangat jarang. Bila tumor di dalam rahim maka pengobatan satu-satunya adalah operasi untuk mengangkat seluruh rahim. Dengan akibat kemungkinan mempunyai keturunan menjadi nol.

Dapatkah Hamil Jika Menderita Kista?

Dapatkah Hamil Jika Menderita Kista?

Memang benar yang namanya kista sering dikaitkan sebagai salah satu masalah pada kesuburan kaum wanita. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan sulit hamil.
Perlu diketahui, pendapat itu tidak sepenuhnya benar karena pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tidak berpengaruh terhadap kesuburan. Tetapi, kista dapat berbahaya manakala sudah berukuran besar. Lebih diperjelas lagi, kista merupakan neoplasma atau pertumbuhan sel baru yang liar. Kista dapat dikatakan berisiko jika neoplasmanya ganas dan dapat mengakibatkan kanker ovarium.

Menurut rekan-rekan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, wanita dengan kista di rahimnya tetap dapat hamil. Lagi pula organ ovarium itu ada sepasang, jika salah satunya terganggu dan tidak berfungsi, masih ada satu lagi sehingga kehamilan masih dapat terjadi.

Kista berukuran besar dapat mengganggu kehamilan, bukan kesuburan kaum wanita. Kista yang memiliki diameter lebih dari 5 cm dapat melintir pada saat terjadi kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan menimbulkan nyeri sangat hebat.
Bila hal itu terjadi, dapat menjadi nekrotik dan dapat mengakibatkan emboli hingga kematian. Itulah sebabnya kista berukuran besar harus diangkat agar tidak mengganggu dan dapat didiagnosis secara petologi. Dengan diagnosis dapat diketahui apakah kista itu jinak atau ganas.

Yang disebut kista itu berupa selaput.

Ada yang berisi cairan kental, dan bukan kental, yaitu dermoid. Kista dermoid berasal dari elemen ektodermal sehingga sel-selnya mirip kulit, yaitu sel epitel pipih, juga folikel rambut, kelenjar keringat, dan kadang-kadang juga terdapat elemen tulang. Potensi kista dermoid menjadi ganas relatif kecil, cuma sekitar 1-3%.

Penyakit yang mengganggu kesuburan dan sering disalahartikan sebagai kista adalah endometriosis. Endometriosis memang ada yang berbentuk kista, karena itu sering disebut kista. Padahal, kista merupakan neoplasma, sementara endometriosis berupa kelenjar dinding rahim yang abnormal dan tumbuh di luar rahim.
Biasanya penyakit endometriosis dapat mempengaruhi kesuburan dan dapat memicu terbentuknya kista di indung telur.

Kista endometriosis mengganggu kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan. Adanya perlengketan menyebabkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga sulit ditangkap fimbriea (ujung tuba fallopi). Akibatnya, pembuahan sulit terjadi.

Adanya kista endometriosis, dari segi imunologis, dapat menghambat kesuburan, akibat munculnya reaksi-reaksi kekebalan mengganggu fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami.

Jika dibiarkan, endometriosis akan semakin berat dan umumnya akan makin susah hamil. Dari penelitian ditemukan 40% wanita yang sulit hamil diketahui memiliki endometriosis pada rahimnya.
Untuk itu, diperlukan operasi dengan cara laparoskopi. Setelah dilakukan operasi, 70% wanita dengan endometriosis ringan (stadium 1 dan 2) dapat kembali hamil secara normal. Sebaliknya endometriosis berat (stadium 3 dan 4) akan sulit untuk hamil secara alami meskipun telah diobati, kecuali dengan cara inseminasi buatan atau bayi tabung.

Meskipun kista tidak mengganggu kesuburan, dokter kandungan akan menganjurkan untuk selalu melakukan deteksi dini berupa pemeriksaan ultrasonografi (USG). Karena, ada kemungkinan kista tersebut neoplasma ganas dan dapat mengakibatkan kanker ovarium. Seperti diketahui, kanker ovarium merupakan kanker nomor tiga penyebab kematian wanita Indonesia setelah kanker payudara dan kanker mulut rahim.
Jika terjadi kanker ovarium, ada kemungkinan organ reproduksi seperti indung telur atau rahim harus dibuang sehingga penderita tidak dapat hamil.

Kista Ovarium

DEFENISI KISTA OVARIUM

Kista Ovarium adalah kista yang terdapat di dalam indung telur atau ovarium. Kista ovarium merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Indung telur adalah rongga berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium.

penyakit-kista-ovarium

 

Kista ovarium sering juga disebut kista fungsional karena terbentuk saat setelah sel telur pada wanita dilepaskan sewaktu ovulasi. Kista fungsional ini biasanya akan mengkerut dan menyusut dengan sendirinya setelah beberapa waktu biasanya 1-3 bulan.

Jenis-Jenis Kista Ovarium:

1. Kista Ovarium Folikuler, yaitu kista yang terjadi dari folikel normal yang melepaskan ovum yang ada di dalamnya. Terbentuk kantung berisi cairan atau lendir di dalam ovarium.

2. Kista Ovarium Corpus Luteum, yaitu kista yang lebih jarang terjadi. Ukurannya lebih besar dari kista fungsional. Kista ini timbul karena waktu pelepasan sel telur terjadi perdarahan, dan lama-lama bisa pecah dan timbul perdarahan yang terkadang perlu tindakan operasi untuk mengatasinya. Keluhan biasanya timbul rasa sakit yang berat di rongga panggul.

3. Kista Ovarium Teka Lutein, yaitu kista yang sering dihubungkan dengan terjadinya kehamilan di luar kandungan (ektopik pregnansi). Kista ini akan hilang sendiri tanpa pengobatan atau tindakan begitu kehamilan diluar kandungan dikeluarkan

4. Kista Ovarium Polikistik kista yaitu kista yang banyak yang mengandung cairan jernih. Bisa timbul di kedua ovarium kiri dan kanan, berhubungan dengan gangguan hormon dan gangguan menstruasi.

Sering kali orang yang menderita kista ovarium dikaitkan dengan susahnya wanita tersebut menjadi hamil, dikarenakan adanya gangguan di ovarium (indung telur) wanita.

 

 

Penyakit Kista Pada Wanita

PENYAKIT KISTA

Penyakit kista pada wanita sering kali tidak dianggap serius, karena rasa sakit sering kali dirasakan hanya saat-saat menjelang menstruasi atau pada masa menstruasi. Sehingga dianggap sepele dan setelah masa menstruasi selesai, rasa sakit itu pun berangsur-angsur hilang dan jarang kumat.

Salah satu dokter yang kandungan yang pernah aku kunjungi menuturkan kista itu ibarat tumor yang ada dalam tubuh seperti balon. Balon tsb berisi cairan yang lentur sehingga sering kali membuat penderita tidak merasa sakit jika balon tsb tidak terganggu. Sedangkan pada saat menjelang menstruasi, tubuh wanita bereaksi dengan adanya hormon estrogen dan hormon prestrogen sehingga balon tersebut sering terjepit atau tertekan sehingga mengakibatkan rasa sakit yang bukan kepalang buat penderita penyakit kista. Kista umumnya baru diketahui saat  pasien menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG), atau pemeriksaan di daerah perut bagian bawah. Pada wanita berusia kurang dari 40 taun, kista biasanya berupa kista folikuler atau kista korpus luteum yang tidak berbahaya. Kista jenis ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.n pada saat menjelang menstruasi, tubuh wanita bereaksi dengan adanya hormon estrogen dan hormon prestrogen sehingga balon tersebut sering terjepit atau tertekan sehingga mengakibatkan rasa sakit yang bukan kepalang buat penderita penyakit kista.

Penderita penyakit kista sering merasakan kembung, perasaan ingin buang air besar/kecil, atau kesulitan saat BAB dan buang air kecil.

Meski demikian, pada wanita yang menggunakan pil KB, seharusnya tidak akan mengalami kista jenis ini, untuk itu, wanita yang emminum pil KB namun memiliki kista sebaiknya menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk kista yang berbentuk padat. Pemeriksaan yang dilakukan biasanya adalah pemeriksaan darah untuk mencari suatu protein bernama CA-125. Kadar zat ini dapat meningkat jika kista diduga ganas, meski pemeriksaan ini tidak selalu akurat dan spesifik untuk keganasan.

KISTA JINAK

Pada kasus kista yang jinak, dilakukan observasi dalam beberapa bulan untuk melihat apakah kista menghilang dengan sendirinya. Jika kista tampak padat, dilakukan pemeriksaan tambahan. Pada kasus kista yang ganas, yang sudah teridentifikasi membayahakan tubuh, pengangkatan kista melalui operasi akan sangat mungkin dilakukan.

 

Penyebab dan Gejala Umum Penyakit Kista

Penyebab dan Gejala Penyakit Kista

Penyakit kista sering sekali tidak disadari oleh penderitanya secara dini, hal ini dikarenakan rasa sakit yang dirasakan sering kali hanya menjelang atau saat menstruasi saja. Sehingga sering sekali wanita mengabaikan dan menganggap sepele rasa sakit tersebut karena setelah masa menstruasi berakhir, perasaan sakit juga akan berangsur-angsur hilang. Untuk kasus penyakit kista yang sudah parah, rasa sakit sering kali semakin parah saat berhubungan badan.

penyebab-penyakit-kista

Penyebab penyakit kista 

Penyakit kista dapat disebabkan oleh polusi udara dan debu.

Adanya dioksin dari asap pabrik dan pembakaran gas bermotor dapat menurunkan daya tahan tubuh manusia yang kemudia akan membantu tumbuhnya kista. Selain itu dari faktor makanan, lemak berlebih atau lemak yang tidak sehat akan mengakibatkan zat-zat lemak tidak dapat dipecah dalam proses metabolisme sehingga akan meningkatkan hormon testosteron.

Ada 4 macam kista indung telur. Kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini masih belum diketahui bagaimana terjadinya kista. Biasanya tumbuh sangat pelan dan sering terjadi keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan justru sering mengecil sendiri seiring dengan membaiknya keseimbangan hormonal adalah kista fungsional.

Penyakit kista juga dapat dikatakan penyakit degeneratif atau keturunan. Jika orang tua atau nenek anda pernah menderita penyakit kista atau mioma, maka dapat dipastikan anda termasuk salah satu keturunan pembawa sifat penyakit kista.

Namun pembawa sifat bukan berarti penderita penyakit kista, anda dapat mencegah timbulnya penyakit kista dengan gaya hidup sehat. Hindari makanan-makanan berlemak tinggi, rajinlah berolah raga serta konsumsilah makanan dan minuman yang mengandung antioksidan. Karena antioksidan dapat menangkal radikal bebas dari polusi debu dan udara.

Walaupun penyakit kista ini termasuk penyakit jinak, tatapi penyakit ini memiliki potensi untuk menjadi penyakit ganas. Dan apabila sudah menjadi seperti itu maka harus ditangani serius. Meskipun toh belum ganas, kista jika terplintir akan mengakibatkan rasa sakit yang sangat perih.

Beberapa gejala timbulnya penyakit kista adalah rasa nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Dan jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.

Ciri-Ciri Penyakit Kista

Penyakit kista adalah penyakit yang sering kali menyerang wanita. Kista berbentuk benjolan yang berisi cairan  yang lokasinya di indung telur. Sering kali kita mendengar tentang penyakit kista. Bahkan ada yang beranggapan bahwa penyakit kista itu sama dengan penyakit Myom. Gejala dan ciri-ciri penyakit kista dan myiom memang hampir mirip. Padahal penyakit kista dan penyakit myom adalah penyakit yang berbeda.

Berbeda penyakit, tentu beda juga penanganannya sehingga bisa sembuh. Untuk itu kita perlu mengetahui ciri-ciri penyakit kista itu sendiri seperti apa.

Ciri-Ciri Penyakit Kista:

1. Sering sekali ada keluhan nyeri disekitar ketiak menjelang atau dalam masa haid

2. Rasa nyeri di bagian perut bawah di bawah pusar

3. Saat menstruasi perasaan ingin buang air besar atau air kecil sering muncul dikarenakan jaringan kista lebih membesar pada saat mau menstruasi atau saat menstruasi

4. Menstruasi tidak teratur, tetapi pada beberapa kasus menstruasi teratur. Hanya kadang banyak sekali, kadang sedikit sekali.

5. Untuk kasus kista sudah membesar, perut juga ikut membesar seperti orang hamil 3 bulan, karena kista ikut membesar.

6. Keluhan di bagian pinggang belakang terlebih-lebih menjelang menstruasi dan atau saat menstruasi.

7. Perasaan sakit saat melakukan hubungan intim

Perhatikan gambar rahim berikut ini. Untuk Rahim normal tidak terjadi pembengkakan (gambar kanan) sedangakan rahim yang ada kistanya ada pembengkakan. Oleh karena itu penderita penyakit kista akan merasakan sakit yang semakin luar biasa saat kista semakin besar dan tertekan karena aktifitas sehari-hari.

penyakit-kista